Etika Jurnalistik Kontemporer

Authors

  • Milasmawati Milasmawati Author
  • Mastori Mastori Author

Keywords:

etika jurnalistik, jurnalistik dakwah, tabayyun, komunikasi Islam, media digital, kecerdasan buatan.

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mempercepat penyebaran informasi sekaligus menghadirkan berbagai tantangan etika dalam praktik jurnalistik dakwah, seperti penyebaran hoaks, disinformasi, judul sensasional, manipulasi konteks, dan penggunaan kecerdasan buatan yang tidak disertai verifikasi. Makalah ini bertujuan menganalisis prinsip-prinsip etika jurnalistik dakwah berdasarkan nilai-nilai Islam dan Kode Etik Jurnalistik serta mengidentifikasi strategi penerapannya di era digital. Penulisan makalah menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan sumber berupa Al-Qur’an, hadis, buku jurnalistik, artikel ilmiah, dokumen resmi Dewan Pers, dan publikasi UNESCO. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan mengintegrasikan prinsip etika jurnalistik profesional dan etika komunikasi Islam. Pembahasan menunjukkan bahwa prinsip tabayyun, sidq (kejujuran), amanah (tanggung jawab), ‘adl (keadilan), hikmah (kebijaksanaan), dan kemaslahatan merupakan landasan penting dalam membangun jurnalistik dakwah yang profesional dan bertanggung jawab. Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan tuntutan akurasi, verifikasi, keberimbangan, independensi, penghormatan terhadap privasi, dan koreksi atas kesalahan dalam Kode Etik Jurnalistik. Selain itu, penggunaan kecerdasan buatan dalam produksi karya jurnalistik harus disertai verifikasi oleh manusia, transparansi, dan tanggung jawab terhadap informasi yang dipublikasikan. Dengan demikian, jurnalistik dakwah idealnya tidak hanya mengutamakan kecepatan dan jangkauan penyebaran informasi, tetapi juga kebenaran, keadilan, kesantunan, dan kemaslahatan masyarakat.

Downloads

Published

2026-07-02

Issue

Section

Articles